13
Pupuk organik adalah pupuk yang
berasal dari sisa-sisa tanaman,
hewan atau manusia seperti pupuk
kandang, pupuk hijau, dan kompos
baik yang berbentuk cair maupun
padat. Pupuk organik bersifat bulky
dengan kandungan hara makro dan
mikro rendah sehingga perlu diberikan
dalam jumlah banyak. Manfaat
utama pupuk organik adalah dapat
memperbaiki kesuburan kimia, fisik
dan biologis tanah, selain sebagai
sumber hara bagi tanaman.
Pupuk organik dapat dibuat dari
berbagai jenis bahan, antara lain sisa
panen (jerami, brangkasan, tongkol
jagung, bagas tebu, sabut kelapa),
serbuk gergaji, kotoran hewan,
Pupuk Organik Tingkatkan
Produksi Pertanian
limbah media jamur, limbah pasar,
limbah rumah tangga dan limbah
pabrik, serta pupuk hijau. Karena bahan
dasar pembuatan pupuk organik
bervariasi, kualitas pupuk yang
dihasilkan juga beragam sesuai
dengan kualitas bahan asalnya. Pemakaian
pupuk organik terus meningkat
dari tahun ke tahun sehingga
perlu ada regulasi atau peraturan
mengenai persyaratan yang
harus dipenuhi oleh pupuk organik
agar memberikan manfaat maksimal
bagi pertumbuhan tanaman dan
tetap menjaga kelestarian lingkungan.
Pupuk organik dapat diaplikasikan
dalam bentuk bahan segar atau
kompos. Pemakaian pupuk organik
segar memerlukan jumlah yang
banyak, sulit dalam penempatannya,
serta waktu dekomposisinya
relatif lama. Namun dalam beberapa
hal, cara ini justru sangat
bermanfaat untuk konservasi tanah
dan air yaitu sebagai mulsa penutup
tanah. Pupuk organik yang telah
dikomposkan relatif lebih kecil volumenya
dan mempunyai kematangan
tertentu sehingga sumber
hara mudah tersedia bagi tanaman.
Pembuatan pupuk organik dengan
cara dikomposkan banyak dilakukan
oleh industri skala besar
karena minimnya tenaga kerja di
pedesaan. Hanya sedikit petani
yang dapat memproduksi kompos
untuk memenuhi kebutuhannya.
Sebagian petani membeli kompos
dari pabrik lokal atau impor. Pengomposan
antara lain bertujuan
untuk menghasilkan pupuk organik
dengan porositas, kepadatan serta
kandungan air tertentu, menyederhanakan
komponen bahan dasar
yang mudah didekomposisi, membunuh
patogen seperti E. coli dan
Meskipun kandungan haranya rendah, penggunaan pupuk organik
semakin meningkat seiring dengan maraknya pertanian organik.
Jerami dan pupuk kandang merupakan sumber pupuk organik
yang biasa dimanfaatkan petani.
sumber:http://www.pustaka-deptan.go.id/publikasi/wr276057.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar